Juru Mudi Untuk KPK


Mantan Ketua KPK Taufiequrrahman Ruki mengaku prihatin dengan kondisi KPK. Menurutnya, kualitas KPK saat ini menurun ketimbang periode sebelumnya. ”Saya tidak puas dengan KPK saat ini. Bukan masalah penanganan kasus, tapi karena pimpinannya bermasalah,” kata dia. ( MI 11/10/2010).

Kondisi seperti itulah yang kita baca dan dengar di berbagai media baik cetak maupun elektronik akhir-akhir ini. Agenda-agenda Pemberantasan Koprupsi berjalan lambat bak keong, ini di pengaruhi berbagai faktor yang mengguncang KPK , di mulai dari Ketua KPK Antasari Azhar yang menjadi terpidana dalam kasus pembunuhan , kasus kriminalisasi dua  pimpinan KPK, Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah Namun upaya kriminalisasi terhadap Bibit-Chandra gagal, karena derasnya desakan publik pada waktu itu, dimana publik menilai bahwa adanya dugaan rekayasa dalam proses penyidikan terhadap Bibit-Chandra, maka perkara Bibit-Chandra yang pada waktu itu telah sampai di tangan Kejaksaan di SKKP (Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan) kan oleh Kejaksaan, tapi di kemudian hari muncul upaya  baru untuk melemahkan pimpinan KPK, yaitu dimana Pengadilan Tinggi DKI Jakarta pekan lalu mengabulkan permohonan praperadilan yang diajukan pengusaha sekaligus tersangka dugaan korupsi Anggodo Widjojo.

Majelis Hakim Pengadilan Tinggi DKI Jakarta  membatalkan surat ketetapan penghentian penuntutan (SKPP) yang diberikan Kejaksaan kepadan Bibit-Chandra. Artinya tuduhan terhadap Bibit-Chandra telah melakukan pemerasan dan penyalahgunaan wewenang memiliki bukti kuat dan segera dilimpahkan ke Pengadilan dan lagi-lagi keduanya dijadikan tersangka. Menanggapi hal ini pihak Kejaksaan memilih opsi untuk mengajukan upaya hukum Peninjauan Kembali (PK) terhadap pembatalan Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan (SKPP) perkara Bibit-Chandra. Tapi opsi yang dipilih Kejaksaan jangan-jangan hanya untuk mengulur-ulur waktu, jika itu yang terjadi maka akan semakin melemahkan dan memperlambat KPK dalam melakukan agenda Pemberantasan Korupsi.

KPK Seolah kehilangan taring,

Kasus Century misalnya KPK dengan nada santai mengatakan tak ada indikasi korupsi di Century” padahal publik amat jelas menilai jika kebijakan Ballout Century jelas merupakan pelanggaran hukum.Sikap KPK ini berpotensi menyandra agenda pemeberantasan korupsi jangak panjang.Minus peran KPK bukan hanya mengibaratkan kinerja KPK yang lamban bak keong bahkan KPK seakan ”mati permanent”,sekedar ada secara formal namun tak menyentuh subtansi pendirian.

Miris memang menyaksikan kondisi demikian. Penulis melihat minus peran KPK ini lebih disebabkan  lemahnya figur yang memimpin KPK, resistensi pimpinan KPK yang determinan terhadap kekuasaan bahkan kepercayaan diri dan keberanian ”juru mudi” KPK hari ini amat meragukan.

Publik hari ini sangat pesimis terhadap kinerja dari KPK, persoalan-persoalan yang menimpa pimpinan KPK sedikit banyaknya pasti berpengaruh terhadap kinerja dari KPK itu sendiri, analoginya seperti di dalam sebuah peperangan dimana panglima perang dikendorkan semangatnya serta dilumpuhkan, maka para prajuritnya tentu akan melemah semangat dan daya juangnya dalam menghadapi peperangan, ketika semangat dan daya juang prajurit melemah maka kekalahan sudah terhampar di depan mata. Dan kekalahan seperti itu yang tidak diinginkan oleh publik dalam Perang melawan Korupsi itu. Korupsi yang kita kenal sebagai extra ordinary crime (kejahatan luar biasa) memerlukan upaya luar biasa juga dalam memberantasnya termasuk dibutuhkan ”juru mudi” KPK yang luar biasa.

Extra Ordinary Man untuk KPK

Panita seleksi pimpinan KPK yang diketuai Menkumham Patrialis Akbar telah membuka proses pendaftaran dimulai 25 Mei-14 Juni 2010 sampai hari ini telah mendaftar ratusan orang dari berbagai kalangan mulai pengacara, PNS, akademisi dan lain sebagainya, tetapi dari ratusan calon yang mendaftar itu belum terlihat keluarbiasaannya (Extra Ordinary), salah seorang anggota panitia seleksi pun mengakui hal itu. Apa yang salah sebenarnya, apakah memang orang yang luar biasa itu belum terpanggil untuk mendaftar atau mereka masih menunggu dan melihat (wait and see) dan membulatkan niat untuk mendaftar sebagai calon pimpinan KPK, mudah-mudahan dugaan penulis benar. Kita sama-sama masih berharap jika di Republik ini masih terdapat orang-orang yang benar ingin mengabdikan diri untuk memberantas Korupsi di negeri ini,orang orang berintegritas yang memiliki rekam jejak dalam memberantas korupsi yang patut dihormati serta tidak mengundang kecurigaan dari publik.

Jika memang ”sang juru mudi” baru KPK yang diidamkan publik tak juga muncul,.mungkin masyarakat sepertinya sedang diuji oleh kondisi-kondisi hari ini.Extra ordinary man (manusia luar biasa) yang penulis dan seluruh rakyat negeri ini yang Anti terhadap Korupsi adalah orang yang mempunyai keberanian, tanggung jawab, integritas, rekam jejak yang terpuji dan teruji dalam pemberantasan korupsi agar nantinya ketika ia memimpin KPK, kinerja KPK tidak seperti sekarang ini yang lamban bak keong, tapi kinerjanya lebih cepat dan lebih memuaskan seperti harapan publik.Tak cukup mungkin jika hanya sekedar itu perlu figur yang tak determinan terhadap kekuasaan.

Jika nantinya Panitia seleksi (Pansel) pimpinan KPK dapat menemukan Extra Ordinary man itu maka publik bisa sedikit bernafas lega, tetapi masih ada jalan panjang yaitu pembuktian kepada publik atau khalayak ramai melalui kinerja KPK yang cepat dan bisa menuntaskan kasus-kasus korupsi yang tergolong besar (kakap). Kemudian juga mampu menunjukkan kembali kewibawaan KPK menjerat para Koruptor yang pada gilirannya para penyelenggara negara takut untuk melakukan korupsi. Ujung-ujungnya budaya korupsi tersebut dapat dikikis sedikit demi sedikit. Apabila budaya korupsi tersebut dapat dikikis dan dikurangi secara cepat maka kepercayaan publik akan pulih seperti sediakala malahan publik dengan sendirinya berdiri di belakang KPK membantu KPK dalam mempermudah upaya pemberantasan korupsi yang dilakukan KPK. Mudah-mudahan extra ordinary man (manusia luar biasa) ”sang juru mudi” KPK yang diidamkan publik dapat datang dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi, sehingga wibawa dan kepercayaan diri KPK sebagai garda terdepan dalam pemberantasan korupsi dapat kembali sesuai dengan keinginan publik.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s